Hari Ibu di Indonesia 22 Desember Diperingati Tiap Tahun sebagai Hari Libur Nasional

December 07, 2018
Hari Ibu di Indonesia jatuh pada tanggal 22 Desember yang tiap tahun diperingati oleh kaum wanita yang sudah mempunyai suami. Hari Ibu merupakan hari perayaan untuk menghargai peran seorang Ibu dalam sebuah keluarga dalam perannya dalam masyarakat sosial, tidak melupakan perannya sebagai seorang istri dari seorang suami dan seorang Ibu buat anak-anaknya.

Pada kesempatan kali ini untuk mengenang Hari Ibu di tahun 2018 saya membuat sebuah video tema seorang Ibu yang sangat menyayangi anaknya yang kini jauh dari pelukannya. Judul lagunya Bunda yang dinyanyikan oleh grup band Potret dengan vokalis Melly Goeslaw



Sementara itu di Amerika dan lebih dari 75 negara lain, seperti Australia, Kanada, Jerman, Italia, Jepang, Belanda, Malaysia, Singapura, Taiwan, dan Hong Kong, Hari Ibu atau Mother's Day (dalam bahasa Inggris) dirayakan pada hari Minggu di pekan kedua bulan Mei. Di beberapa negara Eropa dan Timur Tengah, Hari Perempuan Internasional atau International Women's Day diperingati setiap tanggal 8 Maret.

Hari Ibu di Indonesia

Hari Ibu di Indonesia dirayakan secara nasional pada tanggal 22 Desember. Tanggal ini diresmikan oleh Presiden Soekarno di bawah Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 316 Tahun 1959 tanggal 16 Desember 1959, pada ulang tahun ke-25 Kongres Perempuan Indonesia 1928.

Tanggal tersebut dipilih untuk merayakan semangat wanita Indonesia dan untuk meningkatkan kesadaran berbangsa dan bernegara. Kini, arti Hari Ibu telah banyak berubah, dimana hari tersebut kini diperingati dengan menyatakan rasa cinta terhadap kaum ibu. Orang-orang saling bertukar hadiah dan menyelenggarakan berbagai acara dan kompetisi, seperti lomba memasak dan memakai kebaya.

Hari Ibu di Indonesia dirayakan pada ulang tahun hari pembukaan Kongres Perempuan Indonesia yang pertama, yang digelar dari 22 hingga 25 Desember 1928. Kongres ini diselenggarakan di sebuah gedung bernama Dalem Jayadipuran, yang kini merupakan kantor Balai Pelestarian Sejarah dan Nilai Tradisional di Jl. Brigjen Katamso, Yogyakarta.

Kongres ini dihadiri sekitar 30 organisasi wanita dari 12 kota di Jawa dan Sumatera. Di Indonesia, organisasi wanita telah ada sejak 1912, terinspirasi oleh pahlawan-pahlawan wanita Indonesia pada abad ke-19 seperti Kartini, Martha Christina Tiahahu, Cut Nyak Meutia, Maria Walanda Maramis, Dewi Sartika, Nyai Ahmad Dahlan, Rasuna Said, dan sebagainya. Kongres dimaksudkan untuk meningkatkan hak-hak perempuan di bidang pendidikan dan pernikahan.
Disclaimer:
Fuji Hastuti | subscribe
Karena kau harus tahu, air mata dari seseorang yang tulus hatinya, justru adalah bukti
betapa kuat dan kokoh hidupnya

Delivered by Pembakar Umpan :D

Artikel Terkait

Previous
Next Post »
0 Komentar

Terima kasih Anda telah mengunjungi Blog ini. Silahkan berkomentar sesuai topik